081-330-646464 cs@arsitekhijau.com

Fungsi utama rumah adalah untuk beristirahat dan untuk berlindung dari segala macam bahaya yang terjadi di luar rumah. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa rumah juga bisa menjadi sumber dai berbagai bencana tersebut. Seperti misalnya bangunan yang roboh, terjadinya korsleting pada rumah yang menyebabkan kebakaran dan sebagainya.

Oleh karena itu sebaiknya kita membangun rumah dengan sebaik dan seaman mungkin. Pertimbangkan hal dengan sedetail mungkin supaya rumah idaman anda tidak hanya indah namun juga aman dan nyaman untuk ditinggali.

Anda tidak bisa menyepelekan konstruksi rumah karena inilah yang nantinya menjadi penentu kualitas sebuah bangunan. Sebelum membangun rumah sebaiknya anda berkonsultasi dengan arsitektur supaya ada mendapatkan pandangan tentang bahan – bahan bangunan yang harus anda pergunakan.

Yang terpenting anda harus selalu mencari bahan yang kokoh dan kuat. Walaupun harganya tentu lebih mahal namun jika kualitas keamanannya terjamin apakah masalah harga masih patut anda perhitungkan. Usahakan untuk selalu memilih konstruksi yang kuat dan kokoh untuk rumah impian yang aman dan nyaman.

Anda tentu menginginkan rumah idaman anda menjadi rumah yang tidak hanya cantik namun tentunya aman dan nyaman untuk ditinggali. Salah satu caranya adalah dengan memilih bahan-bahan dasar bangunan yang kokoh dan kuat. Seperti misalnya semen, batu bata, tanah, kayu, ubin, keramik, batu pondasi, dan berbagai material yang lainnya. Yang paling utama adalah batu pondasi yang digunakan dalam desain konstruksi rumah harus kuat dan mampu menopang seluruh bangunan rumah.
Dan konstruksi rumah impian yang kokoh juga harus memperhatikan efisiensi pemakaian energi. Kita diuntungkan dengan lokasi Indonesia sebagai Negara tropis yang hanya memiliki dua cuaca dan tidak ada cuaca yang super ekstrim.
Namun kita tetap harus memperhatikan berbagai kebutuhan rumah antara lain kebutuhan pencahayaan rumah, ventilasi rumah, dan lain-lain. Gunakan jendela dengan kaca bening untuk memaksimalkan penyaluran cahaya pada siang hari supaya pada saat siang hari anda tidak perlu menggunakan lampu. Untuk sistem penerangan di malam haripun anda sebaiknya menggunakan lampu yang ramah lingkungan. Dan ingat untuk selalu mematikan listrik pada saat tidak dibutuhkan untuk menghindari adanya konsleting.
Rumah idaman yang aman dan nyaman juga harus mampu menahan berbagai macam jenis gangguan alam seperti gempa dan angin puting beliung. Tipsnya adalah dengan membangun rumah dengan denah yang simetris, dengan material yang ringan namun tetap kuat dan kokoh dan dengan menggunakan sistem konstruksi penahan beban yang mumpuni.

Dan yang terakhir adalah anda harus mengamankan kabel-kabel listrik. Tempatkan kabel pada pipa atau wadah yang mampu melindungi kabel sehingga mampu menghindarkan rumah dari terjadinya kebakaran. Selalu cek kabel dengan rutin supaya saat ada kesalahan bisa dideteksi sejak dini.
Aman dari genangan air, pada umumnya anak sangat senang bermain air. Usahakan jangan mengisi bak air ataupun ember secara penuh, dan jangan pernah meninggalkan kunci kamar mandi (usahakan selalu terbuka jika anak sedang mandi), karena hal ini berkemungkinan anak dapat terkunci didalam. Poin selanjutnya berhubungan dengan pintu dan jendela.

Usahakan pintu selalu dalam keadaan tertutup dan berilah tralis besi pada jendela. Sisakan satu jendela dengan teralis yang bisa dibuka tutup (sebagai antisipasi jika terjadi keadaan darurat, seperti kebakaran dan sebagainya).

Berilah pintu buka tutup pada tangga, agar anak tidak bisa naik turun secara leluasa. Jika memungkinkan dapat juga menggunakan alat pengaman pada pintu, jendela ataupun almari agar anak – anak tidak terjepit saat membuka dan menutupnya.

Poin terakhir adalah tentang penempatan hiasan dan pernak – pernik rumah. Hiasan dan pernak – pernik rumah sangat menarik perhatian anak. Maka, jangan biarkan benda – benda hiasan itu dapat mencelakakan anak.

Hal ini bisa diantisipasi dengan menempatkan hiasan – hiasan gantung lebih tinggi, menempatkan benda –benda yang kecil dan mudah pecah secara aman. Dengan langkah – langkah antisipasi tersebut maka kemungkinan terjadi kecelakaan pada anak dapat ditekan.